Sabtu, 02 Januari 2010

Perintah-Perintah Dasar Linux

Perintah-Perintah Dasar Linux

Perintah-perintah dasar Linux perintah-perintah dalam sistem operasi under Unix bersifat case sensitive, perintah tersebut membedakan antara penggunaan huruf besar (capital) dengan huruf kecil. Artinya perintah ‘ls’ dengan ‘LS’ atau’Ls’ atau ‘lS’ akan diterjemahkan sebagai perintah yang berbeda. Dalam sistem operasi under UNIX banyak sekali kombinasi perintah yang bisa digabungkan dalam satu perintah artinya dalam satu perintah bisa terdiri dari beberapa perintah dasar. Apabila kita kesulitan atau bingung karena banyak kombinasi perintah, option atau syntax yang digunakan, kita bisa melihat howto-nya,readme,atau manual pagenya. Contoh, bila kita ingin mengetahui sintak2 apa saja yang dapat digunakan dalam perintah ‘ls’ kita hanya cukup mengetikan ‘man ls’ atau ‘ls -help’ maka nanti akan ditampilkan semua informasi tentang perintah ‘ls’ dari option2nya hingga sintak2 penulisannya. Berikut ini adalah beberapa perintah dasar dalam sistem operasi under UNIX khususnya Linux :
man atau -help
fungsi : untuk melihat halaman manual dari suatu perintah
cth : man ls : melihat halaman manual dari perintah ls
ls
fungsi : untuk melihat isi suatu direktori “untuk option2nya dapat dilihat pada “halaman manual”
cth :
ls -l : untuk melihat file atau direktori pd direktori aktif dengan menyertakan atributnya
ls -la /etc : untuk melihat file atau direktori pada direktori /etc beserta file hiddennya
ket : pada sistem operai under UNIX menggunakan ‘/’ untuk memisahkan parent directory dengan child directory, sedangkan pada DOS menggunakan ‘ \’

cd
fungsi : untuk berpindah direktori (change directory)
cth :
cd /home/sparrow : untuk berpindah ke direktori /home/sparrow
cd .. : untuk berpindah ke parent directory dari direktori aktif
ket : penggunaan cd tanpa nama direktori akan menuju ke home direktori,sedangkan penggunaan cd- akan menuju ke direktori aktif sebelumnya.
mkdir
fungsi : untuk membuat direktori baru
cth :
mkdir dany : untuk membuat direktori baru dengan nama dany pada direktor aktif
mkdir dany sparrow : membuat dua direktori baru dany dan sparrow
ket : penggunaan spasi pada nama direktori akan diasumsikan sebagai beberapa nama direktori baru
rmdir
fungsi : untuk menghapus direktori yang sudah kosong
cth :
rmdir dany : untuk menghapus direktori dengan nama dany
cp
fungsi : untuk mengkopi file atau direktori
cth :
cp coba_in /home :mengkopi file coba_in ke direktori /home
cp test /home/dokumenku : mengkopi file test ke direktori /home/dokumenku,apabila dalam direktori home tidak ada direktori dokumenku, maka file akan dikopi ke direktori home sekaligus diganti nama filenya dengan nama dokumenku.
mv
fungsi : untuk memindahkan file atau direktori dan atau me-rename-nya
cth :
mv /home/dany /etc : memindahkan file atau direktori dany yang berada di dalam direktori /home ke dalam direktori /etc dengan nama dany
mv dany sparrow : mengubah (me-rename) file dany menjadi sparrow pada direktori aktif
rm fungsi : untuk menghapus file
cth :
rm dataku : menghapus file dataku pada direktori aktif
pwd fungsi : untuk mengetahui path direktori yang sedang aktif (print working directory)
passwd fungsi : untuk mengganti password user yang sedang aktif
useradd fungsi : untuk menambah user
userdel fungsi : untuk menghapus user

cat fungsi : untuk melihat isi file atau membuat suatu file
cth :
cat dany : melihat isi file dany
cat >sparrow : membuat file baru dengan nama sparrow (untuk mengakhirinya tekan (Ctrl+D)

less fungsi : untuk menampilkan isi file
cth :
less latihan.txt : menampilkan file latihan.txt
find fungsi : untuk mencari file/direktori
cth :
find / -name dany.txt -print : mencari file dany.txt keseluruh direktori dan menampilkannya pada layar.
ket : untuk mencari file atau direktori pada direktori tertentu cth : find /home -dany.txt

pico atau vi fungsi : editor file/text editor
cth :
pico dany.txt : mengedit file dany.txt
who atau w fungsi : untuk melihat user yang sedang aktif
ps fungsi : untuk melihat proses yang sedang aktif / sedang dijalankan oleh sistem
kill fungsi : untuk menghentikan atau mematikan proses yang ada
cth :
kill -9 245 : mematikan / menghentikan proses dengan nomor PID 245
ket : untuk bisa menggunakan nomor signalnya atau bisa juga menggunakan nama signalnya
more
fungsi : untuk melihat isi file dan melihat output di layar,bila dalam satu layar tidak cukup maka akan ditampilkan per layar
uname fungsi : untuk melihat versi Linux
cth :
[root@localhost sparrow]# uname -r
2.6.12-12mdk
[root@localhost sparrow]#
atau cara lain dengan melihat isi file /proc/version
cth :
[sparrow@localhost ~]$ cat /proc/version
Linux version 2.6.12-12mdk (apatard@n1.mandriva.com) (gcc version 4.0.1 (4.0.1-5mdk for Mandriva Linux release
2006.0)) #1 Fri Sep 9 18:15:22 CEST 2005
[sparrow@localhost ~]$

Clear fungsi : untuk membersihkan layar dari tampilan text

reboot atau Ctrl+Alt+Del fungsi : untuk membooting (restart) komputer

halt atau shutdown atau init 0
fungsi : untuk mematikan komputer
ket : untuk com

Cara Pemakaian Linux

Pemakaian Linux Pada Warnet Pilihan pertama jelas akan melawan hukum karena melanggar UU Haki walaupun disekitar kita masih banyak yang menggunakannya. Pilihan kedua membawa sebuah konsekuensi investasi besar besaran untuk membeli lisensi Software System Operasi (OS), namun akan memudahkan pelanggan warnet karena tidak ada perubahan sama sekali dalam hal penyediaan fasilitas Warnet. Pilihan ketiga memang tidak ada cost biaya investasi lagi kecuali kemampuan SDM dalam belajar dan mengadopsi System Operasi yang ‘baru’ bagi pemakai Teknologi Komputer awam (baca : ngoprex), sehingga OS Linux bisa digunakan dengan nyaman oleh para pelanggan warnet.
Awari selaku Asosiasi Warnet yang merupakan komunitas mailinglist induk organisasi dari warnet – warnet se-Indonesia sendiri memberikan instruksi “Be Legal” dengan pemberian 2 pilihan bagi anggotanya, yaitu membeli Lisensi Software Komersial atau Migrasi ke OpenSource.
Pemerintah melakui Depkominfo yang mempunyai program/project IGOS (Indonesia Goes Open Source) juga melakukan dukungan bagi komunitas warnet yang tidak mampu membeli Lisensi OS Komersial dengan mengeluarkan CD Waroeng IGOS.
Pembelian Lisensi Software Komersial jelas merupakan beban berat tersendiri bagi UKM macam warnet. Warnet harus mengeluarkan biaya baru sebesar hampir sama dengan harga sebuah komputer, belum lagi pengurusan Lisensi yang lumayan berbelit-belit karena disamping pembelian Lisensi legal warnet harus mengurus “Surat Perjanjian Menyewakan Software”, masa berlaku lisensi-pun mengikuti komputer dengan artian apabila komputer tersebut mati maka Lisensi itu turut ‘mati’. Sedangkan keuntungan pembelian Lisensi Software bagi warnet adalah tidak adanya perubahan yang berarti bagi pelayanan kepada pelanggan, karena antara software bajakan dan lisensi resmi hampir tidak ada bedanya bagi sisi pelanggan, sehingga warnet tidak perlu takut akan kehilangan pelanggan dan omset yang turun
Pemakaian Software OpenSource (Lisensi Terbuka) jelas merupakan ‘barang baru’ bagi kebanyakan masyarakan awam di Indonesia (baca=pelanggan warnet), sehingga akan membawa resiko ditinggal pelanggan dan turunnya omset, belum lagi apabila tidak ditunjang dengan kemampuan SDM yang dipunyai warnet dalam memanage perubahan ini. Jelas ini merupakan resiko besar bagi sebuah bisnis. Dari segi investasi biaya pemakaian Software OpenSource jelas sangat minim bahkan boleh dibilang nol rupiah. Pemakaian Software OpenSource juga membolehkan bagi penggunanya untuk melakukan modifikasi, perubahan, pendistribusian ulang secara bebas, sehingga akan memacu kreatifitas bagi pemakainya.
Kedua pilihan diatas memang membawa resikonya masing masing bagi UKM seperti Warnet, sehingga dibutuhkan sebuah pengkajian yang tepat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan warnet itu sendiri.
Warnet yang memilih Migrasi ke OpenSource akan mempunyai pertimbangan :
1.Biaya Investasi yang relatif minim.
2.Adanya kemampuan dan kemauan SDM untuk melakukan migrasi.
3.Hasil pengkajian bahwa Linux Desktop sebenarnya mudah.
4.Adanya penyesuaian bentuk tampilan dan isi dari OS Linux yang dipilih agar mudah digunakan oleh pelanggan yang sudah terbiasa dengan OS Windows.
5.Kebutuhan software pendukung yang sudah ada di System Operasi Linux dan semuanya OpenSource.
6.Dukungan driver hardware yang sudah lengkap pada System Operasi Linux.
7.Optimisme bahwa kemudahan penggunaan System Operasi adalah karena faktor kebiasaan.
8.Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.
9.Melakukan Training penggunaan Linux sebagai System Operasi di Warnet.
1. Biaya investasi yang relatif murah
Pemakaian OpenSource Software memang tidak membutuhkan biaya tambahan lagi, sehingga tidak ada Re-Investasi untuk pengadaan / pembelian software, baik itu untuk Operating System, maupun aplikasi pendukungnya.
2. Adanya kemamuan dan kemauan SDM untuk melakukan migrasi.
Dalam melakukan migrasi tidak cukup hanya didukung dengan kemampuan teknis saja, melainkan kemauan yang kuat dari personal SDM warnet sampai para pemiliknya dalam inovasi migrasi ke OpenSource ini, sehingga 2 kekuatan tersebut bisa tersinergis dengan baik.
Persiapan team Teknis dalam meramu Linux Desktop, Pelayanan Customer Service yang ramah dan siap melakukan edukasi, Startegi pemasaran dan sosialisasi dari kebijakan Managerial.
3. Linux Desktop sebenarnya mudah
Perkembangan Linux sebagai OS OpenSource dari hari ke hari semakin baik, sehingga sekarang ini sebenarnya Linux Desktop sudah sangat mudah dan nyaman digunakan, bahkan dari segi tampilanpun bisa dibilang lebih bagus dari OS pendahulunya.
4. Adanya penyesuaian bentuk tampilan dan isi dari OS Linux agar mudah digunakan oleh pelanggan yang sudah terbiasa menggunakan OS Windows.
Poin ini menjadi sangat penting dalam proses awal adaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Kebiasaan menggunakan OS Windows tentu harus dijadikan pertimbangan penting. OS Linux yang hendak ‘dijual’ sedapat mungkin tidak jauh berbeda dengan OS Windows, baik dari segi tampilannya maupun aplikasi-aplikasi alternatif yang digunakan ketika menggunakan OS Windows, sehingga pengguna tidak merasa kehilangan fasilitas dan kenyamanan dalam menggunakan jasa warnet.
5. Kebutuhan software pendukung yang sudah ada di System Operasi Linux dan semuanya OpenSource.
Sebagai penjual jasa, warnet harus menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh pelanggan, temasuk aplikasi aplikasi yang dibutuhkan dalam menggunakan layanan internet, dan Linux telah mendukung kebutuhan itu semua, mulai dari browser, irc chat, voice chat, aplikaso pengetikan dll
6. Dukungan driver hardware yang sudah lengkap pada System Operasi Linux.
Sama seperti halnya pemakaian software, dukungan hardware juga harus diperhatikan oleh sebuah warnet, misalnya disk drive, usbport untuk flashdisk, bahkan sampai teknologi hardware wifi, linux sudah mendukung.
7. Optimisme bahwa kemudahan penggunaan System Operasi adalah karena faktor kebiasaan.
Optimisme sangat diperlukan dalam sebuah bisnis termasuk optimisme bahwa inovasi ini akan berhasil. Perubahan sebuah kebiasaan tentulah membutuhkan waktu dan usaha yang keras, sehingga sikap optimis wajib dipunyai oleh para pemilik warnet sebagai modal awal dalam proses perubahan kebiasaan ini. Kita teringat diera masih menggunakan DOS dan WS sebagai aplikasi menulis, ketika Windows muncul tidak serta merta pengguna WS mau beralih ke Windows dengan Ms Wordnya, butuh waktu dan usaha untuk membiasakannya, dan ini juga harus diyakini bahwa linux juga akan menjadi kebiasaan jika kita terus menerus mengenalkannya.
8. Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.
Tentu ini juga merupakan kunci sukses agar pelanggan warnet tetap memilih warnet kita dengan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan seperti melakukan edukasi bagi yang masih kesulitan.
9. Melakukan Training penggunaan Linux sebagai System Operasi di Warnet.
Memberikan training training adalah salah satu bentuk sosialisasi dan bentuk pemberian pelayanan bagi pelanggan warnet, sehingga pelanggan menjadi lebih terbiasa dan merasa mudah dalam menggunakan OS Linux di warnet. Dan Training ini bisa menjadi bisnis baru bagi sebuah warnet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar